""
Buah pohon aren (Arenga Pinnata) yang biasa dikenal dengan kolang-kaling
ternyata tak Cuma menyegarkan karena mengandung banyak air, tetapi juga
mengandung protein , karbohidrat,dan serat yang bermanfaat bagi tubuh. Kadar
air kolang-kaling mencapai 93,8 setiap 100 gram. Buah yang dalam bahasa Belanda
disebut glibbertjes ini juga mengandung 0,69 gram protein, 4 gram karbohidrat,
serta serat 0,95 gram. Kandungan itulah yang membuat orang yang mengonsumsi
kolang-kaling cepat merasa kenyang, nafsu makan pun menjadi menurun. Untuk itu,
kolang-kaling cocok untuk orang yang sedang menjalani diet. Kandungan air dan
serat pada kolang kaling juga bisa menyegarkan tubuh, serta memperlancar
metabolisme tubuh. ""
pohon aren dalam menjaga kesehatan dan perawatan kulit. Nira
aren dapat dijadikan bahan obat-obatan tradisional, misalnya untuk haid
yang tidak teratur, sembelit, sariawan, radang paru-paru, disentri, kepala pusing,
dan untuk memulihkan keletihan. Gula aren (palm sugar) juga berkhasiat
untuk menghambat penyerapan kolesterol oleh tubuh karena memiliki kandungan
kalori dan serat yang tinggi, sehingga baik untuk pencernaan. Berdasarkan
penelitian, cuka dari tuak aren juga biasa dijadikan bahan ramuan
biopestisida pembasmi serangga hama di huma/ladang (Iskandar dan Iskandar:
2005). Selain itu, akar muda pohon aren biasa digunakan untuk obat
kencing batu ginjal, dan akar tuanya untuk bahan obat sakit gigi.
Berkaca kepada tradisi perawatan masa lampau tidak ada salahnya,
toch banyak manfaat yang bisa didapat. Kondisi cuaca sering tak bersahabat
dengan kulit dan ketahanan tubuh kita merupakani salah satu faktor yang patut
kita antisipasi meskipun dengan cara dan bahan tradisional yang terlihat
sederhana. Tangkai daun atau pelepah aren yang dibakar (sarerang
kawung) biasa digunakan untuk bahan kosmetik tradisional, yaitu untuk
menghaluskan kulit, menghilangkan jerawat, mengobati penyakit cacar, dan luka
bakar. Hasil pembakaran pelepah aren berupa abu berwarna keputih-putihan itulah
yang dinamakan sarerang kawung. Biasa digunakan sebagai pupur (bedak). Para
wanita Sunda zaman dulu konon menggunakan sarerang kawung sebagai bedak
sehari-hari agar kulitnya tetap halus dan bercahaya. Untuk penyakit cacar atau
jerawat, bisa menggunakan sarerang kawung sebagai bedak setiap menjelang tidur
atau pagi hari. Insya Allah, selain menghilangkan rasa gatal juga bisa
menipiskan noda/flek dan menghaluskan kulit"".
""
Buah pohon aren (Arenga Pinnata) yang biasa dikenal dengan kolang-kaling
ternyata tak Cuma menyegarkan karena mengandung banyak air, tetapi juga
mengandung protein , karbohidrat,dan serat yang bermanfaat bagi tubuh. Kadar
air kolang-kaling mencapai 93,8 setiap 100 gram. Buah yang dalam bahasa Belanda
disebut glibbertjes ini juga mengandung 0,69 gram protein, 4 gram karbohidrat,
serta serat 0,95 gram. Kandungan itulah yang membuat orang yang mengonsumsi
kolang-kaling cepat merasa kenyang, nafsu makan pun menjadi menurun. Untuk itu,
kolang-kaling cocok untuk orang yang sedang menjalani diet. Kandungan air dan
serat pada kolang kaling juga bisa menyegarkan tubuh, serta memperlancar
metabolisme tubuh. ""
pohon aren dalam menjaga kesehatan dan perawatan kulit. Nira
aren dapat dijadikan bahan obat-obatan tradisional, misalnya untuk haid
yang tidak teratur, sembelit, sariawan, radang paru-paru, disentri, kepala pusing,
dan untuk memulihkan keletihan. Gula aren (palm sugar) juga berkhasiat
untuk menghambat penyerapan kolesterol oleh tubuh karena memiliki kandungan
kalori dan serat yang tinggi, sehingga baik untuk pencernaan. Berdasarkan
penelitian, cuka dari tuak aren juga biasa dijadikan bahan ramuan
biopestisida pembasmi serangga hama di huma/ladang (Iskandar dan Iskandar:
2005). Selain itu, akar muda pohon aren biasa digunakan untuk obat
kencing batu ginjal, dan akar tuanya untuk bahan obat sakit gigi.
Berkaca kepada tradisi perawatan masa lampau tidak ada salahnya,
toch banyak manfaat yang bisa didapat. Kondisi cuaca sering tak bersahabat
dengan kulit dan ketahanan tubuh kita merupakani salah satu faktor yang patut
kita antisipasi meskipun dengan cara dan bahan tradisional yang terlihat
sederhana. Tangkai daun atau pelepah aren yang dibakar (sarerang
kawung) biasa digunakan untuk bahan kosmetik tradisional, yaitu untuk
menghaluskan kulit, menghilangkan jerawat, mengobati penyakit cacar, dan luka
bakar. Hasil pembakaran pelepah aren berupa abu berwarna keputih-putihan itulah
yang dinamakan sarerang kawung. Biasa digunakan sebagai pupur (bedak). Para
wanita Sunda zaman dulu konon menggunakan sarerang kawung sebagai bedak
sehari-hari agar kulitnya tetap halus dan bercahaya. Untuk penyakit cacar atau
jerawat, bisa menggunakan sarerang kawung sebagai bedak setiap menjelang tidur
atau pagi hari. Insya Allah, selain menghilangkan rasa gatal juga bisa
menipiskan noda/flek dan menghaluskan kulit"".
0 comments:
Post a Comment